Home About Me Instagram

Sabtu, 18 Oktober 2025

Paspor dan Visa Pertamaku, memenuhi undanganNya - Tahap Persiapan

Assalamu’alaikum, halo semuanyaaa πŸ€—

Gimana nich kabarnya? Semoga kalian semua selalu dalam keadaan sehat, bahagia, dan dilimpahi keberkahan yaa~ 🌷

Hihi… rasanya udah lama banget aku enggak nulis di blog ini. Kali ini aku mau berbagi pengalaman yang sangat berkesan yaitu pengalaman umroh pertamaku πŸ˜­✨ Alhamdulillah, kemarin dari tanggal 1 Oktober 2025 sampai tanggal 12 Oktober 2025 aku menjalani ibadah umroh.

Jujur, aku sendiri enggak nyangka bakal berangkat umroh secepat ini. Sebagai seorang corporate slave yang juga bagian dari sandwich generation, aku dulu waktu masih kuliah D3 tahun 2018 sudah menabung untuk haji pakai sisa beasiswa. Tapi entah kenapa, dipertengahan Agustus 2025, disaat aku lagi merasa hidup ada di titik paling rendah, tiba-tiba muncul niat untuk pakai tabungan itu buat umroh dulu. Rasanya seperti Allah yang membisikkan: "Ayo, ke rumah-Ku sekarang." πŸ•‹

Setelah mempertimbangkan banyak hal, terutama soal waktu tunggu haji yang super lama, akhirnya aku mantap untuk mengalihkan niat itu menjadi perjalanan umroh plus Turki. MasyaAllah, mulai cari travel, urus dokumen, sampai akhirnya berangkat dan pulang dengan selamat semuanya Allah mudahkan πŸ’–

Awal Mula: Dapat Travel Umroh “Tak Disangka”

Setelah memutuskan untuk umroh, aku belum tahu mau pakai travel apa, aku masih mencari-cari inspirasi travel di Instagram. Tapi Allah kayaknya memang udah atur semuanya ya, enggak lama setelah itu, Qadarullah temannya mamaku yang satu pengajian nawarin travel umrohnya yang punya jadwal keberangkatan dalam waktu dekat. Atas saran mamaku, aku pilih travel itu dan ambil paket umroh plus Turki selama 12 hari.

Akupun langsung bayar DP ke travel tersebut. Setelah bayar DP, aku langsung dapet surat rekomendasi dari travel yang ternyata penting banget sebagai salah satu syarat bikin paspor.

Pengalaman Bikin Paspor Pertamaku

Karena aku belum pernah punya paspor sebelumnya, aku cari-cari info lewat internet tentang cara bikin paspor. Kemudian aku download aplikasi M-Paspor, dan siapkan dokumen-dokumen seperti E-KTP, Kartu Keluarga, dan surat rekomendasi dari Kemenag. Setelah login ke aplikasi M-Paspor, aku pilih menu pengajuan permohonan → permohonan paspor reguler. Aku isi data diri, pilih jenis paspor, kantor imigrasi terdekat, serta tanggal dan jam kedatangan.

Jenis paspor dan biayanya. Untuk biaya terupdate dapat dilihat di aplikasi M-Paspor
Jenis paspor dan biayanya. Untuk biaya terupdate dapat dilihat di aplikasi M-Paspor

Enggak lama setelah itu, muncul kode billing untuk pembayaran paspor. Setelah aku bayar melalui ATM, aku langsung dapat surat pengantar dari kantor imigrasi (bisa diunduh di aplikasi), dan juga dapat email konfirmasi dari Dirjen Imigrasi berisi detail jadwal kedatangan untuk pengajuan paspor.

Hari Jumat, sesuai jadwal yang aku pilih, aku pergi ke kantor imigrasi bareng mamaku. Kami udah siapin semua dokumen yang dibutuhkan seperti E-KTP, Kartu Keluarga, ID card kantor, Surat rekomendasi dari Kemenag, dan Surat pengantar dari M-Paspor.

Selain itu, aku juga bawa alat tulis, materai Rp10.000, dan lem untuk jaga-jaga siapa tahu dibutuhkan.

Begitu sampai di kantor imigrasi, aku ambil nomor antrian dan dapet formulir untuk diisi. Setelah itu, formulirnya aku kumpulkan ke petugas di meja bundar, dan diarahkan ke ruang tunggu. Beberapa menit kemudian, nomor antrianku dipanggil.

Di loket, aku serahkan semua dokumen asli seperti e-KTP, KK, surat rekomendasi, dan surat pengantar dari aplikasi. Kemudian petugasnya memeriksa dokumen tersebut sambil mewawancaraiku seputar tujuan bikin paspor, jadwal keberangkatan umroh, dan pekerjaan. Petugas juga minta ID card kantor, untung aja aku bawa ya hihihi. Selanjutnya yaitu proses perekaman sidik jariku.

Setelah itu, aku langsung difoto. Fyi, background fotonya putih, jadi aku saranin kalian kalau mau bikin paspor pakai baju formal dan kerudung yang bukan warna putih, biar enggak nyatu sama background yaa~ πŸ˜‰

Setelah proses pemeriksaan dokumen, wawancara, perekaman sidik jari, dan foto selesai, petugas mengembalikan dokumen asliku kemudian aku dikasih slip pengambilan paspor. Kata petugasnya, pasporku akan jadi tanggal 28 Agustus 2025. Alhamdulillah ya proses wawancara berjalan lancar dan cepat.

Fyi, aku daftar pengajuan paspor via aplikasi M-Paspor pada 19 Agustus 2025, dan datang ke kantor imigrasi pada 22 Agustus 2025. Prosesnya cepat banget, kan?

Beberapa hari setelah itu, mamaku bantu ambil pasporku di kantor imigrasi (makasih banget, Ma! πŸ₯Ί). Sepulang kerja, aku langsung buka dan lihat pasporku untuk pertama kalinya. Rasanya… campur aduk antara haru, senang, dan nggak percaya, akhirnya aku punya paspor.

Pelunasan dan Persiapan Visa pertamaku πŸ’“

Besoknya, aku langsung lunasi sisa pembayaran umroh dan menyerahkan paspor ke travel untuk keperluan pembuatan visa. Travel kasih aku info untuk melakukan vaksin meningitis dan folio, dan travel juga kasih aku satu koper besar, tas ransel, tas selempang, mukena, buku doa, jilbab panjang untuk gamis seragam, dan bahan kain untuk seragam gamis. Selanjutnya, pihak travel memasukanku ke dalam grup jamaah umroh tanggal 1 Oktober 2025. 

Tanggal 6 September 2025, aku vaksin di klinik yang disarankan travel. Rasanya agak lucu karena dua tangan langsung disuntik, hihi. Lengan kiri vaksin folio, lengan kanan vaksin meningitis. Biayanya Rp650.000 dan sertifikat vaksinnya dikirim lewat email dan WhatsApp beberapa jam kemudian. Setelah itu, aku langsung kirim setrtifikat vaksinnya ke pihak travel sebagai salah satu syarat pembuatan visa.

Persiapan Perlangkapan 

Keesokan harinya, tepatnya tanggal 7 September 2025, aku dan mamaku langsung pergi ke tukang jahit langganan kami buat jahitin bahan gamis yang aku dapet dari travel. Aku udah nentuin modelnya sendiri. Kata ibu tukang jahit, karena lagi banyak banget pesanan, gamisnya kemungkinan baru selesai sekitar dua minggu lagi. 

Tanggal 13 September, travel menginformasikan bahwa pekan depan yaitu tanggal 21 September akan diadakan manasik di gedung milik travel. Sehubungan dengan adanya manasik di pekan depan, aku dan mamaku menggunakan waktu yang tersisa untuk belanja gamis ke Tanah Abang dan mall dekat rumah karena sebagian besar bajuku baju kantoran πŸ˜… Aku beli 6 gamis + kerudung panjang, daleman ninja, celana panjang, rok, kaus kaki, dll. Totalnya sekitar Rp3.000.000 termasuk biaya transportasi dan makan di foodcourt. Tabel di bawah ini merupakan list pakaian yang aku bawa selama umroh :

List Pakaian yang aku bawa
List Pakaian yang aku bawa


Gamisku di koper


Besoknya, aku dan adikku lanjut belanja perlengkapan lainnya kayak travel adaptor, sandal, alat mandi, dll. Tabel di bawah ini merupakan list perlengkapan yang aku bawa selama umroh :


List perlengkapan yang aku bawa


Perlengkapanku di koper

Sebagaimana kalian lihat dalam tabel di atas, aku sudah siapin pembalut untuk jaga-jaga. Alhamdulillah, walaupun aku udah siapin pembalut, selama di sana, aku enggak haid. Aku haid seminggu sebelum tanggal keberangkatan.

Btw, kalian tahu enggak kenapa hampir semua persiapan aku urus di weekend? Yuup, karena dari Senin sampai Jumat aku kerja, jadi semua persiapan umroh mulai dari vaksin, belanja, dll aku sempatkan di hari Sabtu dan Minggu. Rasanya capek, tapi juga penuh semangat dan haru karena sangaat menyambut panggilan-Nya. πŸ€πŸ•‹

Segitu dulu ya pengalaman pembuka dari perjalanan umrohku. Semoga tulisan ini bisa jadi referensi dan semangat buat kalian yang juga punya mimpi untuk berangkat umroh atau haji. Insya Allah, kalau niatnya dan sumbernya baik, Allah mudahkan jalannya walaupun mendadak. Aamiin! ✨

InsyaAllah di postingan selanjutnya, aku akan berbagi pengalaman soal keberangkatan, pengalaman di Madinah dan Mekkah, serta perjalanan ke Turki. Doakan aku bisa nulisnya konsisten yaa, hihi. Sampai ketemu di tulisan selanjutnya! πŸ’«

Wassalamu'alaikum ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright© 2012-2024. All Right reserved by Riztanty Ayudia